Langsung ke isi
YayasanCahaya Teratai Putih
Masuk Booking konsultasi

Ajaran Moksa dalam Agama Hindu

Moksa adalah tujuan tertinggi dalam ajaran Hindu, yaitu kebebasan sejati ketika Atman bersatu dengan Brahman.

Sekretariat Yayasan 1 menit baca
Ajaran Moksa dalam Agama Hindu

Moksa adalah tujuan tertinggi dalam ajaran Hindu. Moksa berarti kebebasan sejati, yaitu bersatunya Atman dengan Brahman sehingga seseorang terbebas dari kelahiran yang berulang. Dang Hyang Nirartha termasuk tokoh yang mengajarkan moksa kepada umat Hindu di Bali.

Moksa dalam Panca Sradha

Moksa merupakan keyakinan kelima dalam Panca Sradha, yaitu lima dasar keyakinan umat Hindu.

  • Brahman, yaitu keyakinan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
  • Atman, yaitu keyakinan kepada roh yang menghidupkan makhluk.
  • Karmaphala, yaitu keyakinan pada hukum sebab akibat dari setiap perbuatan.
  • Punarbhawa, yaitu keyakinan pada kelahiran yang berulang.
  • Moksa, yaitu keyakinan pada kebebasan sejati dan bersatunya Atman dengan Brahman.

Tujuan hidup menurut Hindu

Catur Purusartha menyebut empat tujuan hidup, yaitu dharma (kebenaran), artha (kesejahteraan materi), kama (keinginan yang wajar), dan moksa. Dharma menjadi pedoman dalam mencapai artha dan kama, sedangkan moksa merupakan tujuan tertinggi.

Semboyan Yayasan Cahaya Teratai Putih merangkum tujuan tersebut:

Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma

Semboyan ini berarti tercapainya kebahagiaan duniawi dan kebebasan sejati. Moksa tidak menjauhkan umat dari kehidupan. Kesejahteraan dunia dan kebebasan rohani dijalani bersama, dengan dharma sebagai dasarnya.

Moksa semasa hidup dan sesudah hidup

Ajaran Hindu mengenal jiwan mukti, yaitu kebebasan yang dicapai semasa hidup. Orang yang mencapainya masih menjalani kehidupan, tetapi tidak lagi terikat pada keinginan duniawi. Ajaran ini juga mengenal videha mukti, yaitu kebebasan sesudah meninggalkan badan.

Jalan menuju moksa

Catur Marga menyebut empat jalan yang dapat ditempuh sesuai dengan kemampuan setiap orang.

  • Bhakti Marga, yaitu jalan pengabdian dan kasih kepada Tuhan.
  • Karma Marga, yaitu jalan perbuatan baik tanpa mengharapkan hasil.
  • Jnana Marga, yaitu jalan pengetahuan suci.
  • Raja Marga, yaitu jalan pengendalian diri melalui yoga dan meditasi.

Kegiatan yayasan mencakup keempat jalan tersebut, mulai dari upacara, pelayanan sosial, pelatihan dharma, sampai meditasi bersama.